Kisah Dalam Gambar Slideshow: Rama’s trip from القاهرة, مصر to 3 cities جدة, مكة المكرمة and الزقازيق was created by TripAdvisor. See another مصر slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.
Kamis, 21 November 2013
Diariku, Tentang Nenek {3}
Label:
Cinta Dalam Doa
Zagazig, 21/11/2013
Nek, pagi ini aku terbangun dengan hati tersenyum. Rasanya begitu indah bisa kembali merengek dibahumu walaupun hanya dalam mimpi. Saa itu.. aku bisa merasakan kembali indahnya senyummu, aku bisa merasakan kembali hangatnya cintamu, aku bisa merasakan kembali bagaimana dulu kau memanjakanku. Semoga engkaupun saat ini sedang tersenyum di sana, seperti senyummu yang kulihat dalam tidurku malam tadi. Jika diperbolehkan, setiap malam aku ingin selalu bertemu denganmu, menceritakan setiap apa yang ku jalani di sini. Karenan nenek paling senang mendengar setiap ceritaku. Tapi aku takut nenek akan bosan melihatku dalam keadaan seperti sekarang ini. Tapi nek, saat ini aku benar-benar ingin mendengarkan nasihatmu, mengeluarkan segala sesakku sembari memelukmu dan menangis di bahumu. Nek, maafkan aku jika dulu sering tidak mendengarkanmu.
Rasa kehilangan yang mendalam akan dirasakan oleh siapapun ketika orang yang sangat disayanginya harus pergi lebih dulu, walaupun ibu bilang jika usia nenek memang sudah sangat sepuh dan takdir Allah sudah mengharuskan nenek untuk kembali pada-Nya. Tapi saat ini aku kembali seperti seorang bocah yang merengek menginginkan engkau tetap di sini, yang aku sesalkan adalah saat itu aku tidak ada di sisimu. Aku belum sempat meminta maaf atas segala khilafku, aku belum sempat menghapus tangismu. Padahal aku sangat ingin ketika aku sudah ada didekatmu aku akan selalu menemanimu berjalan di setiap pagi, agar kesehatanmu kembali pulih. Atau hanya sekedar menemanimu berjalan-jalan agar harimu tidak dijamah sepi. Tapi semua itu hanya tinggal ingin dan harap yang tak akan bisa lagi terwujud.
Nek.. aku banyak belajar darimu. Kebiasaanmu yang dulu insya Allah akan aku teruskan.. saling berbagi dengan yang dekat dan yang jauh. Memuliakan mereka yang sudah tidak memiliki ayah dan ibu, selalu berlemah lembut pada tetangga. Itu yang masih teringat dalam ingatanku, tentangmu akan banyak cerita indah yang akan aku tulisakan untuk generasi-generasimu nanti. Akan kuceritakan pada mereka tentang nenek, tentang semua nasihat indah yang masih berdenyut dalam nadiku.
Tahun ini juga aku kehilangan seorang teman, seseorang yang ingin ku kenal lebih jauh lagi, seseorang yang bisa bergaul dengan siapa saja. Meski ditengah jalan diantara sudut-sudut pertemanan kami yang semakin melebar, Allah harus memanggilnya dalam usianya yang masih sangat muda. Atau tentang si kembar yang ditinggalkan oleh saudara kembarnya, rasanya begitu pilu jika mendengar setiap ceritanya. Kadang aku ingin menyapanya dan berbagi cerita dengannya tentang arti kehilangan, mungkin saja bisa meredakan sedikit rasa sedihnya. Tapi ternyata aku belum mampu, karena ketika nenek pergi aku kehilangan separuh diriku. Merekapun pasti seperti itu, merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan saat ini.
Nek.. malam nanti , semoga engkau datang kembali dalam tidurku. Maafkan aku yang sering lupa mendoakanmu, setelah sampai di Indonesia nanti aku pasti akan langsung menziarahimu. Mengirim doa untukmu agar engkau selalu ditemani burung-burung kecil berwarna hijau. Cepat tau lambat kita semua pasti akan dipertemukan kembali, semoga ini bisa menjadi cambuk untuk ku agar selalu bisa mempersembahkan yang terbaik untuk Rabb kita, Allah SWT.

0 komentar
Posting Komentar