Tarawih ke delapan 26/07/012
Tarawih kedelapanku, adalah tarawih terlama selama ramadhan kali ini. Bahkan mungkin terlama selama aku berada di Mesir, setelah satu jam setengah baru aku bisa pulang kerumah, tidak disangka masjid yang berada dibelakang rumah ini ternyata shalat tarawihnya begitu lama, diimami oleh seorang pemuda yang kata teman-teman yang pernah shalat tarawih dimasjid ini suara imamnya lumayan bagus. Menurutku tidak seperti itu, suara yang bagus adalah yang menentramkan hati dan menambah kekhusyuan shalat sehingga berapa lamapun shalatnya, shalat kita akan terasa nikmat sampai akhir. Seperti yang aku rasakan dimasjid Tauhid, Al-ikhlash, Syiba, Al-fath dan masjid Shaidnawy, tapi kali ini suara imamnya kurang menentramkan hati.
Al-barakah adalah nama masjidnya, sebuah masjid yang letaknya dekat denga Mahattah atau terminal Mitgamr , orang-orang Malaysia yang bermukim disekitar tempat ini menyebut daerah ini dengan sebutan MTA singkatan dari Mau’af Tanta Adim. Masjid Al-barakah sebenarnya sudah tidak asing lagi bagiku karena dulu hampir satu tahun setengah aku juga pernah tinggal didaerah ini, masjid Al-barakah adalah masjid favorit ketika shalat subuh, karena waktu subuh di masjid Al-barakah menunggu waktu iqamahnya tidak terlalu lama, tidak sampai sepuluh menit setelah adzan muadzin langsung mengumandangkan iqamah. Berbeda dengan masjid vodafone, kadang dimasjid AL-barakah sudah selesai shalat dimasjid ini baru terdengar muadzin mengumandangkan iqamah. Inilah mengapa kawan-kawan yang bermukim di MTA lebih senang shalat subuh dimasjid ini.
| Suasana masjid Al-barakah sebelum shalat isya |
Menurutku masjid Al-barakah terbilang unik, masjid ini bergaya seperti masjid-masjid di Eropa yang pernah aku lihat liputannya di TV, dengan dinding dan tiang-tiangnya yang dihiasi oleh lapisan kayu membuat masjid ini semakin terlihat bergaya klasik. Lampu dan air dimasjid ini akan terus hidup walaupun aliran listrik dikawasan MTA sedang mati, karena masjid ini difasilitasi oleh mesin disel. Inilah salah satu kelebihan masjid Al-barakah jika kita shalat dimasjid ini jangan takut akan ketiadaan air dimasjid. Wc dan tempat berwudunya pun bersih terawat.
Mugnkin karena shalat tarawih dimasjid ini terbilang lama, makanya jama’ahnya pun terlihat sedikit. Semalam saja hanya ada dua shaf, dengan tiga orang bapa tua duduk diatas kursi dibarisan paling belakang. Selesai empat rakaat pertama karena suasana masjid ini lenggang aku bisa mundur kebelakang sambil melonjorkan kaki yang terasa pegal, susananya jadi terasa sangat santai dan rileks. Dimasjid ini sama dengan masjid Al-fath, dan masjid Jami’ Syiba ada tausiah dan tadzkirahnya. Sepertinya orang yang menyampaikan tausiah pada kali ini adalah simpatisan dan pendukung berat presiden Mesir Dr. Muhammad Mursi, karena dari awal tausiahnya ia sudah menyanjung Mursi dan mengajak para jama’ah untuk ikut membantu menyukseskan salah satu preogram presiden, yaitu membuat negara Mesir yang bersih dari sampah dan dihormati.
| Suasa masjid Al-barakah ketika sedang berlangsungnya tausiyah |
Dalam tausiahnya, orang tersebut tidak henti-hentinya mengucapkan kalimat “Inna Allaha nadziifun yuhibbu nadzofah, inna Allaha jamiilun yuhibbul jamal” (seseungguhnya Allah itu bersih dan menyukai kebersihan, sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan) mungkin acara tausiah ini juga yang membuat shalat tarawih dimasjid ini terasa semakin lama. Tapi menurutku bukan tausiahnya yang menjadi masalah. Seperti yang ku ceritakan diatas tadi, bagiku berapapun lamanya waktu shalat tarawih, yang penting adalah suara imamnya bisa menentramkan hati, itu saja. Semoga Ramadhan kali ini kita bisa membuatnya semakin indah dan bermakna, anggap ini adalah puasa yang terakhir untuk kita, anggap ramadhan kali ini adalah ramadhan yang terakhit untuk kita. Seperti diriku, mungkin ini adalah ramadhan ku yang terakhir di Zagazig.
0 komentar
Posting Komentar