Allah menjadikan segala sesuatu, melalui sebuah proses. Ada fase yang harus dilewati, bukan berarti Allah lemah dan tidak maha kuasa. Karena menciptakan makhluknya tidak langsung terbentuk pada tujuannya. Tapi ada sebuah proses yang harus dilewati. Dari sinilah kita bisa melihat betapa maha kuasanya Allah, betapa maha bijak sananya Dia, betapa maha mengetahuinya Dia. Menciptakan sesuatu sambil memberikan pelajaran bagi setiap hambanya yang berpikir.
Dari sini, aku mencoba mengambil hikmah, ketika awal perjalananku di Mesir Allah seakan memberikan cobaan yang tiada henti padaku. Sebagai hambanya aku hanya bisa pasrah pada segala keputusannya. Aku mengikuti segala kehendaknya, dan hanya bisa berbaik sangka padanya. Karena aku sadar aku hanya salah satu makhluknya yang lemah tak memiliki daya apapun untuk bisa menetang takdirnya. Aku selalu mengingatkan diriku sendiri, bahwa Allah tidak buta, Allah tidak tuli. Tapi Allah mendengar bagi setiap keluhan hambanya yang ia tuangkan dalam setiap doa. Allah maha melihat, setiap keperluan hambanya akan Dia penuhi. Tapi kita juga harus ingat bahwa semuanya membutuhkan sebuah proses. Ada pase yang harus kita lewati.
Seperti hidupku. Aku merasakan betapa Allah sangat mencintai hambanya yang berserah diri kepadanya. Aku yang hanya orang biasa, tak memiliki harta atau pun benda berharga, atas kuasa dan rahmatnya aku bisa berkunjung ke baitullah untuk melaksanakan ibadah haji. Ya rab betapa maha besarnya engkau, betapa maha kuasanya engkau.
Awal kisah, ditahun kedua Aku selalu diminta oleh bagian pendidikan dan keilmua DPD Zagazig untuk memasak hampir disetiap acara bagian pendidikan. Aku masih ingat waktu itu koordinator bagian keilmuannya bang Egy Sofyan, karena kebetulan aku juga tinggal disekretariat, jadi beliau sering memintaku untuk memasak nasi, membeli ikan bakar, membeli sayur dan membuat sambal. Tapi aku tidak marah ataupun kesal, aku selalu menerimanya dengan lapang dada. Karena aku yakin dengan berbuat baik kepada orang lain, maka Allahpun akan memberikan kebaikan kepada kita. Apalagi acara itu untuk keperluan menuntut ilmu dan dihadiri oleh orang banyak, dari situlah aku juga semakin bersemangat.
Hampir lupa, kalau masa itu juga masa kepemimpinan bang Ahsanur Ahmad, beliau adalah ketua DPD yang sangat bijak sana, sering menyisihkan beasiswanya untuk membantu teman-teman yang satu rumah dengannya. Aku juga salah satu orang yang sering dibantu oleh beliau.
Pernah salah satu senior berkata padaku, "antum jangan mengeluh karena disetiap acara antum selalu diminta jadi bagian kosumsi, karena orang yang ada didapur menyiapkan makan untuk orang yang sedang menuntut ilmu, itu seperti seorang pahlawan yang tidak diketahui, insya Allah berkah". Bang Yahya Ayyash terima kasih atas nasihatnya.
Iya, setiap perbuatan baik, pasti akan diberi ganjaran kebaikan pula.
خَيْرُ النَّاسِ أَحْسَنُهُمْ خُلُقاً وَأَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Sebaik-baik manusia itu, adalah yang terlebih baik budi pekertinya dan yang lebih bermanfaat bagi manusia. Inilah motto yang aku pegang sampai saat ini..
perjalanan panjang itu memberikan banyak pelajaran padaku. Tentang arti persaudaraan, persahabatan yang didasari oleh ukwah islamiyyah. saling berbagi baik diwaktu sempit maupun diwaktu lapang. Mungkin ini juga salah satu sebab mengapa begitu berat untuk meninggalkan Zagazig.
Perjuangan tidak berhenti sampai disitu, di Zaman kepemimpinan bang Ahsan Nur Ahmad, saja juga pernah diamanahi untuk menjadi perwakilan DKKM Kairo di Zagazig. Bersama kang Yana seorang guru tifan yang namanya sudah masyhur di masisir.
perjalanan panjang itu memberikan banyak pelajaran padaku. Tentang arti persaudaraan, persahabatan yang didasari oleh ukwah islamiyyah. saling berbagi baik diwaktu sempit maupun diwaktu lapang. Mungkin ini juga salah satu sebab mengapa begitu berat untuk meninggalkan Zagazig.
Perjuangan tidak berhenti sampai disitu, di Zaman kepemimpinan bang Ahsan Nur Ahmad, saja juga pernah diamanahi untuk menjadi perwakilan DKKM Kairo di Zagazig. Bersama kang Yana seorang guru tifan yang namanya sudah masyhur di masisir.
Waktu sahur ketika i,tikaf di masjid Zira'ah
karena kami piket, kami harus makan sahur terakhir :D
Suasana i'tikaf, Tadabur ayat alqur'an pasca shalat subuh dipimpin oleh kang Irfan Kasyaf
Setelah tadabur ayat alqur'an bersama Irwan Doni El-Sanjiri dan Tedi Rahman
Beburu Ma'idaturrahman, berbuka puasa di Quality Net, bersama bang Rusmin dan bang Zakariya
Suasana ifthor di Mabarrah, (yang punya ma'idaturrahmannya galak hehe)
Suasana ifthar dirumah Dr. Ghazali
Suasana baru dimaqor baru, rumah baba Yasir. Zaman kepemimpinan bang Adi Sucipto. Pada masa ini aku juga mengalami pasang surut kepengurusan. Mulai menjadi wakil ketua DPD, lalu turun menjadi koordinator bagian pendidikan dan keilmuan.
Menjelang idul fitri...
Tidak disangka, jika orang yang ada disamping saya ini, akan menjadi seorang sekretaris handal dizaman kepemimpinanku memegang kendal di DPD PPMI Zagazig.
Pemilu raya, milih presiden PPMI, bersama bg. Haris (menjelang beliau menikah) ada Tiar dan Nano.
Suasana setelah pemberian musa'adah dari Dr. Anas
Indahnya bersama, Masa ketika menjabat koordinator pendidikan dan keilmuan
setelah pelantikan, wakil dan ketua yang terpilih bg. Adi Sucipto
Seminar Turats Islami, kerja sama antara Mahasiswa Indonesia dan Malaysia yang ada di Zagaig. Waktu itu diamanahi menjadi bagian seksi acara + MC
berfose bersama setelah selesai acara
Disela-sela kesibukan yang sangat padat di Departemen pendidikan dan keilmuan, aku juga diamanahi untuk menjadi ketua koordinator kajian Al-Mujaddid
suasana fakum, tidak aktif didunia organisasi, inilah awal aku mengenal dunia math'am
Namun, ditengah-tengah kekosonganku bang Rais memintaku untuk menjadi anggota BPD Zagazig
Aku dan bang Rais, setelah acara pelantikan pengurus
Rumah Makmur, ketika bg. Rusmin memintaku untuk menjadi mas'ul dirumah mahasiswa yang baru datang ke Zagazig.
Mansurah, dikota inilah ketika aku mulai bekerja membanting tulang..
Namun ternyata Allah berkehendak lain, Allah menakdirkanku untuk menjadi ketua DPD PPMI Zagazig periode 2010-2011 (aku dan ust. Abdul Aziz)
salah satu kesibukanku ketika menjadi ketua DPD adalah seringnya dipanggil oleh ustadz Abdul Aziz ke kampus ushuluddin, sampai aku hafal seluk beluk kampus itu, padahal waktu itu aku kuliah di fakultas bahasa arab.
beberapa foto kegiatan ketika menjabat ketua DPD:
Atas rahmat dan kehendak Allah SWT, hasil dari sabar dan kepayahan itu semuanya berakhir disini :
Ya Allah jadikanlah aku hambamu yang selalu mensyukuri nikmatmu, terima kasih ku untuk ibu dan ayah yang selalu mendoakanku, terima kasihku untuk seluruh sahabat-sahabat di Zagazig.
مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ
Barang siapa yang bersabar maka beruntunglah ia
Inilah kisahku....
karena kami piket, kami harus makan sahur terakhir :D
Suasana i'tikaf, Tadabur ayat alqur'an pasca shalat subuh dipimpin oleh kang Irfan Kasyaf
Setelah tadabur ayat alqur'an bersama Irwan Doni El-Sanjiri dan Tedi Rahman
Beburu Ma'idaturrahman, berbuka puasa di Quality Net, bersama bang Rusmin dan bang Zakariya
Suasana ifthor di Mabarrah, (yang punya ma'idaturrahmannya galak hehe)
Suasana ifthar dirumah Dr. Ghazali
Suasana baru dimaqor baru, rumah baba Yasir. Zaman kepemimpinan bang Adi Sucipto. Pada masa ini aku juga mengalami pasang surut kepengurusan. Mulai menjadi wakil ketua DPD, lalu turun menjadi koordinator bagian pendidikan dan keilmuan.
Menjelang idul fitri...
Tidak disangka, jika orang yang ada disamping saya ini, akan menjadi seorang sekretaris handal dizaman kepemimpinanku memegang kendal di DPD PPMI Zagazig.
Pemilu raya, milih presiden PPMI, bersama bg. Haris (menjelang beliau menikah) ada Tiar dan Nano.
Suasana setelah pemberian musa'adah dari Dr. Anas
Indahnya bersama, Masa ketika menjabat koordinator pendidikan dan keilmuan
setelah pelantikan, wakil dan ketua yang terpilih bg. Adi Sucipto
Seminar Turats Islami, kerja sama antara Mahasiswa Indonesia dan Malaysia yang ada di Zagaig. Waktu itu diamanahi menjadi bagian seksi acara + MC
berfose bersama setelah selesai acara
Disela-sela kesibukan yang sangat padat di Departemen pendidikan dan keilmuan, aku juga diamanahi untuk menjadi ketua koordinator kajian Al-Mujaddid
suasana fakum, tidak aktif didunia organisasi, inilah awal aku mengenal dunia math'am
Namun, ditengah-tengah kekosonganku bang Rais memintaku untuk menjadi anggota BPD Zagazig
Aku dan bang Rais, setelah acara pelantikan pengurus
Rumah Makmur, ketika bg. Rusmin memintaku untuk menjadi mas'ul dirumah mahasiswa yang baru datang ke Zagazig.
Mansurah, dikota inilah ketika aku mulai bekerja membanting tulang..
Namun ternyata Allah berkehendak lain, Allah menakdirkanku untuk menjadi ketua DPD PPMI Zagazig periode 2010-2011 (aku dan ust. Abdul Aziz)
salah satu kesibukanku ketika menjadi ketua DPD adalah seringnya dipanggil oleh ustadz Abdul Aziz ke kampus ushuluddin, sampai aku hafal seluk beluk kampus itu, padahal waktu itu aku kuliah di fakultas bahasa arab.
beberapa foto kegiatan ketika menjabat ketua DPD:
Atas rahmat dan kehendak Allah SWT, hasil dari sabar dan kepayahan itu semuanya berakhir disini :
Ya Allah jadikanlah aku hambamu yang selalu mensyukuri nikmatmu, terima kasih ku untuk ibu dan ayah yang selalu mendoakanku, terima kasihku untuk seluruh sahabat-sahabat di Zagazig.
مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ
Barang siapa yang bersabar maka beruntunglah ia
Inilah kisahku....










0 komentar
Posting Komentar